Alpha dan Beta Testing – Setidaknya, Anda pasti pernah mendengar mengenai alpha dan beta testing pada sebuah aplikasi atau pada sebuah produk digital yang akan ataupun telah mengalami perilisan. Seperti contohnya pada Mozilla Firefox yang belakangan merilis Firefox Quantum dengan versi beta. Apalagi jika Anda merupakan orang yang bergelut dalam bidang software ataupun menjadi pengembang aplikasi.  

Istilah alpha dan beta testing memang sangat akrab dengan profesi-profesi seperti pengembang aplikasi ataupun developer. Hal ini dikarenakan kedua langkah tersebut baik alpha maupun beta sangat penting dalam proses pembuatan aplikasi. Tetapi jika Anda belum memahami betul apa perbedaan diantara keduanya, maka ini adalah ulasannya untuk Anda. 

 Baik alpha maupun beta sangat penting dalam proses pembuatan aplikasi

Mengenal Alpha dan Beta Testing  

Pengenalan mengenai alpha dan beta testing akan terlebih dahulu diawali dengan istilah alpha testing. Alpha testing merupakan tahapan atau proses pengecekan atau pengujian pertama dimana dalam proses tersebut aplikasi sudah jadi dengan fiturnya yang lengkap. Pengujian dan pengecekan yang dilakukan adalah bertujuan untuk melihat apakah ada bug atau kerusakan pada aplikasi yang nantinya berpotensi menjadi crash atau error.  

Sederhananya, proses alpha testing merupakan proses evaluasi sebanyak mungkin yang dilakukan oleh pengembang aplikasi atau pihak developer untuk memastikan bahwa produk digital mereka telah sesuai standar yang mereka tetapkan sebelum pada akhirnya nanti produk aplikasi tersebut sampai ke tangan pengguna aplikasi.  

Kemudian, setelah alpha testing maka dilanjutkan dengan proses beta testing. Pada tahap beta testing, yang merupakan tahap lanjutan dari alpha testing, proses ini merupakan keputusan bahwa sebuah produk digital atau aplikasi sudah layak digunakan untuk para pengguna.  

Akan tetapi memang produk digital dalam tahap ini juga masih berada dalam kategori pengujian untuk menghilangkan sisa bug ataupun menghilangkan potensi kerusakan pada sebuah produk digital.  

 

Perbedaan antara alpha dan beta testing

Perbedaan dari alpha dan beta testing yang pertama adalah pada proses evaluasinya. Pada tahap alpha testing evaluasi dilakukan sebelum produk digital tersebut di distribusikan atau sebelum produk digital tersebut sampai ke tangan pengguna, sementara itu dalam beta testing, produk digital yang diuji atau dieveluasi sudah didistribusikan dan sudah sampai ke tangan pengguna.  

Kemudian, perbedaan dari alpha dan beta testing selanjutnya adalah pada pihak yang mengevaluasinya. Jika dalam tahap alpha testing, pihak yang melakukan evaluasi dan pengujian adalah orang-orang yang tidak terlibat dalam pengembangan produk digital tersebut akan tetapi memang orang yang ahli di bidang software dan aplikasi.  

Selain itu, saat melakukan proses evaluasi mereka juga diberikan formulir resmi evaluasi yang akan digunakan untuk menilai produk digital tersebut. Sementara itu, pada proses beta testing, pihak yang melakukan evaluasi adalah pengguna produk digital tersebut. Pengguna akan diberitahu prosedur evaluasi, mencoba produk digital tersebut, dan mengirim hasil evaluasi kepad pihak pengembang aplikasi.  

Pin It on Pinterest

Share This